Dalam kegiatan ini Lembaga Sensor Film mensosialisasikan betapa pentingnya memfilter semua tontonan terlebih lagi dalam era platform digital.

"Kita ucapkan terimakasih atas kedatangan LSF yang telah menjadikan UM Sumatera Barat sebagai mitra," ungkap beliau. Sebelumnya kita telah melakukan MoU dengan LSF, "Jadi ini follow up dari pertemuan sebelumnya, dan melalui kegiatan ini kita harap mahasiswa dapat berperan aktif dalam mensosialisasikan Program Budaya Sensor Mandiri ini," tambah beliau.

Menurut Beliau, ada 83 juta anak indonesia yang rentan terpengaruh akan tontonan sehingga perlu ada penyaringan terhadap sebuah konten agar tercipta perlindungan terhadap anak. "Tentu kita tak bisa memfilter semuanya, makanya kita menggandeng perguruan tinggi, salah satunya UM Sumatera Barat," Untuk sama-sama mengkampanyekan Budaya sensor mandiri sehingga masyarakat dapat memilah dan memilih tayangan yang akan ditonton.
Besar harapan dari sosialiasi ini seluruh civitas akademika UM Sumatera Barat terutama mahasiswa yang akan mengikuti KKN bisa menyuarakan Budaya Sensor Mandiri ke tengah masyarakat di tempat mahasiswa melakukan kegiatan KKN. KKN UM Sumbar kali ini dilaksanakan di Nagari Baringin dan Pasia Laweh Kabupaten Agam, kemudian di Nagari Kubang, Talang Anau, dan Koto Tinggi Kabupaten Limapuluh Kota.